Meteri Pembelajaran IPA: Energi dan Perubahannya, Sumber Energi tak terbarukan dan terbarukan
Pengertian Energi
energi adalah kemampuan untuk
melakukan kerja. Kerja atau daya yang dilakukan itu kemudian digunakan untuk
melakukan berbagai proses kegiatan. Lebih mudahnya, kita dapat berlari,
melompat, menulis itu karena memiliki energi. Itu artinya, energi adalah salah
satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi manusia. Lantas, apa saja bentuk
energi dan menfaatnya bagi manusia? Yuk, kita cari tahu.
Bentuk-Bentuk Energi
Energi adalah kemampuan untuk
melakukan usaha (kerja) dan mengalami perubahan. Dalam kehidupan sehari-hari,
energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Materi energi dan
perubahannya mencakup pemahaman tentang berbagai bentuk energi dan bagaimana
mereka berubah dalam berbagai situasi, seperti pada alat-alat elektronik,
proses alami, dan kegiatan manusia
1. Energi Panas
Energi panas adalah energi yang
dihasilkan atau dilepaskan oleh suatu benda yang memiliki suhu tertentu; ini
juga disebut energi kalor (panas = kalor). Sumber energi panas terbesar adalah
matahari; uap air, panas bumi, dan matahari adalah contoh sumber energi panas
yang bergesekan.
|
No |
Manfaat |
Energi Panas |
|
1 |
Menjemur pakaian |
Matahari |
|
2 |
Menghangatkan ruangan |
Matahari |
|
3 |
Mengeringkan ikan kerupuk |
Matahari |
|
4 |
Pembangkit tenaga Listrik |
Matahari |
|
5 |
Menghaluskan pakaian |
Listrik |
|
6 |
Memasak |
Kompr |
2. Energi Cahaya
Sumber energi cahaya terbesar
adalah matahari; sumber lain seperti api, lampu listrik, bintang, dan matahari
juga memancarkan energi cahaya, yang membuat tempat gelap menjaditerang.
Manfaat energi cahaya:
a. Penerangan:
Cahaya matahari menerangi bumi di siang hari, memungkinkan kita untuk melihat
dan melakukan aktivitas. Lampu, lilin, dan sumber cahaya buatan lainnya
memberikan penerangan di malam hari atau di tempat yang kurang cahaya.
b. Fotosintesis
(matahari): Tumbuhan menggunakan energi cahaya matahari untuk melakukan
fotosintesis, proses mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk
makanan (glukosa).
Fotosintesis adalah dasar dari
rantai makanan dan sumber energi utama bagi sebagian besar kehidupan di
Bumi.
3. Energi Gerak
Energi gerak ada di sebuah benda
ketika barang-barang tersebut mengalami gerakan atau menerima gerakan dari
benda lain. Istilah energi gerak dalam studi fisika kerap juga disebut sebagai
energi kinetik. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani, kinetikos yang
mempunyai arti “bergerak”.
Oleh sebab itu, energi ini akan
ada pada suatu benda jika benda tersebut memperoleh suatu gerakan. Lebih dari
itu, bisa juga terdapat di benda tertentu jika benda itu memang mempunyai
gerakannya sendiri.
4. Energi Listrik
Energi listrik adalah energi yang
timbul karena adanya arus listrik yang mengalir melalui penghantar. Energi
listrik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Energi listrik digunakan
untuk menyalakan lampu, TV, komputer, radio, kulkas dll. Sumber listrik adalah
alat yang dapat menghasilkan energi listrik. Contoh sumber listrik adalah
listrik, baterai, generator.
Energi listrik dapat diubah
menjadi energi gerak (kinetik), contohnya motor listrik, kipas angin, dan mesin
cuci. Energi listrik dapat diubah menjadi energi cahaya yaitu lampu listrik
(pijar).
Selain itu, energi listrik juga
dapat diubah menjadi energi kimia, contohnya pengisian aki, proses
elektrolisis, dan penyepuhan.
Perubahan Energi dalam
kehidupan sehari-hari
Perubahan energi ini merupakan
proses penting yang memungkinkan manusia memanfaatkan berbagai sumber energi
untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mulai dari energi listrik yang menghidupkan
alat elektronik hingga energi kimia dari makanan yang memberi kekuatan pada
tubuh, semua melibatkan perubahan energi yang vital.
Contoh Perubahan Energi
Berikut adalah beberapa contoh
perubahan energi yang dapat ditemui dalam aktivitas sehari-hari
- Lampu
Menyala
Saat menyalakan lampu, terjadi perubahan dari energi listrik menjadi energi cahaya.
Proses ini penting untuk menerangi rumah, kantor, atau ruang publik, dan merupakan salah satu contoh paling umum dari perubahan energi. - Kipas
Angin
Kipas angin adalah contoh konversi energi listrik menjadi energi gerak.
Energi listrik yang mengalir ke motor kipas menyebabkan bilah kipas berputar, karena menciptakan aliran udara yang tepat bisa membantu mendinginkan ruangan. - Pembakaran
Bensin pada Kendaraan
Saat mengendarai kendaraan bermotor, energi kimia dalam bensin diubah menjadi energi panas dan energi gerak.
Mesin kendaraan mengubah bahan bakar menjadi gerakan yang memungkinkan kendaraan bergerak maju atau mundur. - Kompor
Gas
Ketika kompor gas dinyalakan, energi kimia dari gas diubah menjadi energi panas. Energi ini digunakan untuk memasak makanan atau memanaskan air, dan proses ini terjadi di hampir setiap dapur rumah tangga. - Panel
Surya
Panel surya mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Proses ini menjadi semakin populer karena energi matahari adalah sumber energi terbarukan yang bersih dan tidak menyebabkan polusi.
SUMBER
ENERGI TAK TERBARUKAN DAN TERBARUKAN
Sumber
energi terbarukan dan tak terbarukan banyak kita manfaatkan dalam kehidupan
sehari-hari, mulai dari energi angin, matahari, minyak bumi, dan sebagainya.
Tapi tentunya, sumber energi yang paling banyak kita gunakan adalah energi
listrik ya, Bapak dan Ibu guru.
Energi
listrik menjadi sangat penting sehingga semua sumber energi dikonversikan
menjadi energi listrik. Hubungan antara energi dan kerja (pemanfaatan energi)
dikenal juga dengan istilah efisiensi.
Efisiensi
adalah rasio kerja yang berhasil dimanfaatkan manusia dengan potensi energi
yang ada. Karena tidak semua sumber energi bisa dikonversi menjadi listrik, di
sinilah diperlukan nilai efisiensi. Semakin besar efisiensi, semakin banyak
sumber energi yang berhasil dikonversikan menjadi listrik.
Nah, pembahasan tentang sumber
energi Fisika Kelas 12 ini di dalamnya meliputi
sub bab sumber energi terbarukan dan sumber energi tak terbarukan.
Kenapa sih siswa dan juga kita semua perlu
belajar tentang sumber energi yang ada? Materi ini bertujuan agar siswa dapat
mengetahui tentang praktik energi terbarukan yang berpotensi menyelamatkan masa
depan mereka.
Saat ini, 80% energi yang ada di dunia
berasal dari bahan
bakar fosil yang setiap penambangan dan penggunaannya
berkontribusi terhadap perubahan iklim. Melalui materi sumber energi ini, siswa
bisa mengetahui pentingnya pemanfaatan sumber energi yang ada agar nantinya
bisa lebih peduli terhadap perubahan iklim yang terjadi.
Jenis-jenis Energi
Sumber energi terbagi ke dalam
beberapa jenis yaitu menurut asalnya dan ketersediaannya. Menurut asalnya,
energi dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu primer dan sekunder.
- Energi primer adalah energi yang bisa ditemukan
secara langsung di alam contohnya minyak bumi, batu bara, air, angin, dan
nuklir.
- Energi sekunder adalah energi yang diproses dari
sumber energi primer contohnya listrik (bisa dihasilkan dari minyak bumi,
batu bara, dsb) dan gas (bisa dihasilkan dari gas bumi).
Menurut ketersediaannya, energi
terdiri dari sumber energi tak terbarukan dan sumber energi terbarukan.
- Sumber energi tak terbarukan atau non-renewable adalah
energi yang berasal dari sumber-sumber yang terbatas jumlahnya di bumi,
prosesnya tidak berkelanjutan, dan pada saatnya energi itu bisa habis. Gue
akan berikan 3 contoh energi yang tidak terbarukan, yaitu: minyak bumi,
batu bara, dan nuklir.
- Sumber energi terbarukan atau renewable adalah
energi yang berasal dari sumber yang bisa cepat dipulihkan secara alami
dan prosesnya berkelanjutan. Kata kunci utama dari sumber energi
terbarukan adalah bisa cepat dipulihkan. Contoh sumber energi yang dapat
diperbarui adalah panas bumi, matahari, air, angin, dan biomassa.
Supaya siswa lebih mudah
memahaminya, Bapak dan Ibu guru bisa berikan gambar di bawah ini!
Pembagian jenis energi.
Sekarang, kita akan fokus ke
jenis sumber energi menurut ketersediaannya yaitu sumber energi tak terbarukan
dan sumber energi terbarukan. Yuk kita bahas contoh-contohnya sumber energinya
satu per satu!
Sumber Energi Tak Terbarukan
Sumber energi tak terbarukan
adalah energi yang berasal dari sumber
daya alam yang jumlahnya terbatas, waktu pembentukannya membutuhkan
jutaan tahun, dan prosesnya tidak berkelanjutan sehingga pada saatnya bisa
habis karena terus menerus digunakan sementara butuh waktu yang lama untuk
menggantikannya.
Sumber Energi Tak Terbarukan:
Fosil
Energi fosil adalah sumber daya
alam yang tersusun dari senyawa hidrokarbon yang mengalami proses pembentukan
sangat lama.
- Batu Bara
Batu bara adalah sumber daya alam
yang paling banyak di Indonesia. Menurut data Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2021, cadangan batu bara Indonesia
mencapai 38,84 miliar ton dengan rata-rata produksi sebesar 600 juta ton per
tahun.
Batu bara sendiri dibagi ke dalam
empat jenis yaitu lignit, sub-bituminous, bituminous, dan antrasit.
- Lignit, merupakan batu bara muda yang mempunyai
energi 2250-4650 kkal/kg, dengan kandungan 25%-30% senyawa hidrokarbon.
- Sub-bituminous, memiliki energi sebesar 4650-7250
kkal/kg dengan senyawa hidrokarbon sekitar 25%-45%.
- Bituminous yaitu batu bara dengan sumber energi yang
cukup tinggi yaitu 5850-8650 kkal/kg dan mengandung 45%-86% senyawa
hidrokarbon.
- Antrasit, merupakan jenis batu bara kelas tertinggi
dengan lebih dari 8359 kkal/kg dan kandungan senyawa hidrokarbon sekitar
86%-89%.
- Minyak Bumi
Kendaraan yang sehari-hari Bapak dan Ibu guru pakai seperti motor, mobil, atau bus pastinya menggunakan bahan bakar minyak bumi. Minyak bumi adalah bahan bakar fosil yang terdiri dari campuran berbagai hidrokarbon. Sumber energi ini umumnya diolah menjadi aspal, solar, bensin, kerosin, avtur, gas, dsb. - Gas Alam
Sumber energi tidak terbarukan berasal dari energi fosil yaitu gas alam. Gas alam terbentuk dari fosil tanaman, hewan, dan mikroorganisme lainnya yang sudah tersimpan selama ribuan atau jutaan tahun.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU)
Energi-energi fosil yang ada
biasanya dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Tahukah Bapak
dan Ibu guru kalau sumber energi fosil yang paling banyak digunakan adalah batu
bara atau BBM (Bahan Bakar Minyak)?
Menurut data BPPT di tahun 2016,
kebutuhan PLTU di Indonesia mencapai angka yang sangat besar yaitu 427 juta
SBM. Dari angka tersebut, energi yang paling besar digunakan adalah batu bara
karena energi ini tidak perlu diimpor, berbeda dengan BBM. Meskipun Indonesia
juga memproduksi BBM sendiri, tetapi jumlahnya belum mencukupi kebutuhan
sehingga tetap harus melakukan impor.
Bagaimana Cara Kerja PLTU?
Melihat besarnya kebutuhan PLTU
di Indonesia, sekarang mari kita ketahui bagaimana cara kerjanya.
Pertama, air dari tandon dipompa
ke pemanas. Sebelum dibakar, batu bara harus melalui proses penghancuran
menjadi serbuk agar lebih mudah terbakar. Setelah serbuk dibakar dan terjadi
proses pemanasan, air akan berubah menjadi uap air. Uap air dialirkan ke turbin
dan memutar turbin yang dihubungkan dengan generator. Generator pun akan
berputar dan menghasilkan listrik.
Dalam proses ini, terjadi
hukum Faraday di mana ada perubahan fluks magnetik pada
generator. Setelah itu, uap air akan dialirkan ke pendingin dan melalui proses
pendinginan dan berubah kembali menjadi air lalu tertampung lagi di tandon.
Skema
Pembangkit Listrik Tenaga Uap.
Sumber Energi Tak Terbarukan:
Nuklir
Energi nuklir dimanfaatkan dalam
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Di Indonesia sendiri, energi ini belum
terlalu dieksplor dan digunakan sebagai pembangkit listrik. Sejauh ini hanya
ada tiga reaktor nuklir di Indonesia yang ditujukan bukan sebagai PLTN
melainkan sebagai reaktor penelitian oleh BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional).
Ketiga reaktor nuklir tersebut antara lain:
- Reaktor Triga Mark II, Bandung
- Reaktor Kartini, Jogja
- Reaktor Siwabessy, Serpong
Kenapa sumber energi tak
terbarukan nuklir belum terlalu dimanfaatkan padahal Indonesia memiliki potensi
sumber daya nuklir sebesar 3000 MW? Hal ini dikarenakan nuklir sangat
berbahaya, karena radiasinya bisa mengancam lingkungan jika keluar dari wilayah
PLTN. Dibutuhkan waktu dan biaya yang besar untuk mengembangkan PLTN serta
mempertimbangkan risikonya.
Cara Kerja PLTN
Pada PLTN, terdapat teras reaktor
(sisi paling kiri pada gambar) yang merupakan tempat terjadinya reaksi fisi
dari uranium. Batang uranium yang ada pada teras reaktor akan menghasilkan
panas dan neutron. Reaksi tersebut bersifat berantai dan jika panas yang
dihasilkan terlalu besar, ada batang pengendali yang berfungsi untuk menyerap
panas. Kemudian, panas yang sudah dihasilkan disalurkan ke bagian pemanas untuk
mengubah air menjadi uap.
Uap akan digunakan untuk memutar
turbin, lalu memutar generator yang akan menghasilkan listrik. Uap air kemudian
didinginkan akan berubah lagi menjadi air. Sebenarnya, cara kerja dari PLTN ini
mirip dengan konsep PLTU namun berbeda sumber energi atau pemanas yang
digunakan dimana PLTN menggunakan uranium.
Masalah dalam Sumber Daya
Energi Tak Terbarukan
Dalam menggunakan sumber energi,
terutama energi tak terbarukan, pastinya kita menemukan beberapa masalah.
Masalah-masalah yang muncul antara lain:
- Ketersediaan energi tak terbarukan yang
terbatas, menurut perkiraan energi minyak bumi kurang lebih dalam 40 tahun
akan habis, batu bara sekitar 135 tahun, dan gas alam sekitar 70 tahun
lagi. Tantangan inilah yang membuat kita harus mulai beralih ke energi
baru terbarukan supaya tidak bergantung pada yang tidak terbarukan.
- Sumber energi tak terbarukan membawa dampak buruk
pada lingkungan. Pembangkit listrik mengubah sumber energi melalui proses
pembakaran. Hasil pembakaran itu menghasilkan gas-gas yang cukup berbahaya
contohnya Co2 yang terus meningkat dan menyebabkan efek rumah kaca, Nox
dan Sox yang jika bereaksi dengan air akan menghasilkan asam yang
berakibat mencemari air dan tanah, serta gas-gas lain yang berdampak buruk
bagi lingkungan sekitar.
- Kebocoran reaksi nuklir, seperti yang terjadi di
beberapa negara dengan PLTN. Contohnya kebocoran radiasi nuklir yang
terjadi di Jepang pada 11 Maret 2011 akibat gempa dan tsunami, serta di
Rusia pada 26 April 1986. Karena itulah, penggunaan tenaga nuklir di
Indonesia sendiri masih dibatasi.
Sumber Energi Terbarukan
Sumber energi terbarukan adalah
energi yang bersumber dari alam yang prosesnya berkelanjutan.
Sumber Energi Terbarukan:
Panas Bumi
Sumber energi terbarukan panas
bumi bukan berarti mengambil langsung panas dari panas bumi atau lava gunung
berapi ya Bapak dan Ibu guru. Melainkan, energi panas dicari dari rembesan
panas bumi yang ada di batuan dalam bumi. Tentu saja, cara mencari rembesan itu
tidak mudah dan dibutuhkan penelitian yang matang untuk mengetahui titik dan
besarnya panas yang ada.
Nah, Bapak dan Ibu guru tahu
tidak berapa besar energi listrik yang dihasilkan Indonesia dari panas bumi? Di
tahun 2018, Indonesia sudah bisa menghasilkan energi listrik dari panas bumi
sebesar 1948 MW. Padahal, potensi yang dimiliki yaitu 29544 MW mengingat
Indonesia berada di cincin api pasifik dan mempunyai banyak gunung berapi.
Sumber energi terbarukan panas
bumi dimanfaatkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Di
Indonesia, PLTP tersebar di daerah Sumatera dan Jawa yaitu PLTP Sarulla
(Sumatera Utara) dan PLTP Gunung Salak (Jawa Barat).
Bagaimana Cara Kerja PLTP?
Awalnya, pipa dimasukkan ke dalam
tanah sampai ke daerah geotermal yang mempunyai panas tinggi. Di dalam daerah
geothermal, akan muncul air dan uap panas yang dialirkan ke atas sampai ke
separator.
Tugas separator adalah memisahkan
uap panas dan air, dimana air akan dikembalikan ke geothermal melalui sumur
injeksi 1 sementara uap air dialirkan ke turbin.
Turbin kemudian berputar dan
menggerakkan generator, lalu dihasilkan listrik. Setelah itu, uap air masuk ke
pendingin dan berubah menjadi air. Air tersebut lalu masuk ke sumur injeksi 2
dan masuk ke daerah geothermal. Begitulah siklus sumber energi panas bumi dalam
PLTP.
Sumber Energi Terbarukan:
Sinar Matahari
Sumber energi terbarukan sinar
matahari dimanfaatkan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Di Indonesia sendiri, PLTS belum
banyak di antaranya PLTS di Karangasem Bali dan PLTS di Maluku NTT. Beberapa
PLTS yang ada memang difokuskan untuk memberikan sumber energi ke daerah
terpencil karena untuk mengalirkan listrik ke daerah tersebut dari kota
membutuhkan biaya yang cukup mahal dan jarak yang jauh. Sehingga, masyarakat di
daerah terpencil lebih banyak mengandalkan PLTS.
Contoh
panel surya untuk pembangkit listrik (Foto dari Freepik)
Cara Kerja PLTS
Pengembangan PLTS membutuhkan
biaya yang cukup besar karena panel surya yang digunakan sangat mahal. Panel
surya terdiri dari 2 lapis yaitu silikon tipe S dan tipe N yang mengubah energi
matahari menjadi listrik. Listrik yang dihasilkan panel surya kemudian disimpan
dalam baterai yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah atau konsumen.
Salah satu contoh penggunaan
sumber energi terbarukan matahari adalah lampu lalu lintas di pinggir jalan.
Sumber Energi Terbarukan:
Angin
Sumber energi angin dimanfaatkan
dalam Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Jika dilihat dari letak
geografisnya, Indonesia memiliki sumber energi angin yang menguntungkan karena
berada di kepulauan, dilewati garis khatulistiwa, terdapat banyak pantai dan
dataran tinggi.
PLTB sendiri mempunyai keunggulan
dibandingkan pembangkit listrik dengan sumber energi lain karena PLTB tidak
menghasilkan polusi. Sayangnya, kondisi angin yang tidak stabil menyulitkan
pengembangan PLTB di Indonesia. Perlu dicari lokasi dengan energi angin yang
besar untuk menghasilkan listrik yang stabil.
Beberapa negara maju telah
berhasil mengembangkan PLTB contohnya Jerman, Belanda, Amerika Serikat, dan
Denmark. Indonesia sendiri juga memiliki PLTB namun belum banyak, diantaranya
PLTB Jeneponto dan PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan.
Bagaimana Kincir Angin
Menghasilkan Listrik?
Alat utama dalam PLTB adalah
kincir angin yang tingginya sekitar 80 m dan baling-balingnya sepanjang 57 m.
Dengan tinggi dan panjang seperti itu, kapasitas listrik yang dihasilkan
sekitar 2,5 MW untuk setiap kincir angin.
Proses kerjanya, kincir angin
berputar karena energi dari angin. Di poros kincir terdapat turbin yang ikut
berputar. Turbin kemudian memutar generator dan menghasilkan listrik. Listrik
lalu disimpan atau dialirkan langsung ke pengguna. Begitulah cara kerja PLTB.
Sumber Energi Terbarukan: Air
Sudah jelas ya Bapak dan Ibu guru
kalau sumber energi terbarukan air dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga
Air (PLTA). Di Indonesia sendiri, PLTA sudah cukup banyak dan salah satu yang
terbesar adalah PLTA Cirata, Jawa Barat yang memiliki kapasitas 1008 MW.
Skema Pembangkit Listrik Tenaga
Air.
Dalam PLTA, energi yang dipakai
adalah energi potensial yang dijadikan energi gerak untuk memutar turbin dan
akhirnya generator menghasilkan listrik.
Mulanya, air harus ditampung
terlebih dahulu kemudian dialirkan melalui kanal-kanal kecil yang di dalamnya
terdapat turbin. Saat air mengalir, turbin akan berputar dan membuat generator
menghasilkan listrik. Listrik kemudian dikumpulkan atau langsung dialirkan ke
konsumen.
Sumber Energi Terbarukan:
Biomassa
Tahukah Bapak dan Ibu guru apa
itu energi biomassa?
Biomassa adalah bahan organi
siswa industri yang bisa menghasilkan energi saat dibakar. Contohnya cangkang
kelapa sawit, batang tebu, sabut kelapa, dll.
Sumber energi terbarukan biomassa
dimanfaatkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm). Salah satu PLTBm
yang ada di Indonesia adalah PLTBm Siantan Kalimantan Barat yang menggunakan
cangkang kelapa sawit, tandan, dan kayu karena di sekitarnya banyak perkebunan
kelapa sawit.
Posting Komentar untuk "Meteri Pembelajaran IPA: Energi dan Perubahannya, Sumber Energi tak terbarukan dan terbarukan "
Posting Komentar