Kompetisi Akademik Tingkat Mahasiswa Tahap 1: Karya Tulis (lingkungan)

 

🌿 KOMPETISI MENULIS BERTEMA LINGKUNGAN🌿


Tingkat Mahasiswa

Program Beasiswa Kompetisi Akademik 2026


Halo anak-anak hebat!

Tinggal di lingkungan perkotaan memang memberikan kemudahan dalam menggapai apa yang kita inginkan. Namun sayangnya, padatnya penduduk menyebabkan penghijauan semakin menurun. Maka dari itu mari kita kupas segala sesuatu tentang pelestarian lingkungan dan pembangunan ramah lingkungan.

Sadarkah kamu kerusakan lingkungan terjadi akibat ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggunng jawab dalam memanfaatkan sumber daya alam? Apabila proses perusakan unsur-unsur lingkungan hidup tersebut terus dibiarkan berlangsung, kualitas lingkungan hidup akan semakin menurun. Oleh karena itu, manusia sebagai aktor paling berperan menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup harus melakukan upaya mengembalikan keseimbangan lingkugan hidup.

"Jika tidak bisa merawat, maka jangan merusak"

Pernahkah kamu melestarikan tumbuhan dengan merawatnya dan menanamnya? Upaya pelestarian lingkungan bukan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi seluruh masyarakat. Pelestarian lingkungan hidup bisa dikatakan upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan suatu kegiatan. Pelestarian lingkungan juga bisa mengurangi resiko bencana alam. Adapun upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan upaya konservasi


Apa itu Upaya Konservasi? 
Konservasi berasal dari bahasa inggris yaitu conservation. Kata conservation terdiri atas kata con dan servare yang memiliki pengertian mengenai upaya memelihara apa yang kita punya tetapi secara bijaksana. ide ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ilmuan Amerika bernama Theodore Roosevelt pada 1902. kemudian, konsep konservasi dikembangkan oleh para ahli dan melahirkan beberapa teori tentang konsevasi.

Menurut IUCN (1968) konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, dan mineral ke organisme hiduptermasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat. Kegiatan manajemen meliputi kegiatan survei, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan, dan latihan.

Menurut WCS (1980) konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan besar dan dapat diperbarui untuk generasi akan datang. Menurut Rijksen (1981) konservasi merupakan suatu bentuk evolusi kultural yang pada saat dahulu upaya konservasi lebih buruk daripada sekarang. Konservasi juga dapat dipandang dari segi ekonomi dan ekologi. konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sember daya alam untuk sekarang. sementara itu, konservasi dari segi ekologi merupakan alokasi sumber daya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang

Menurut Randal (1982) konservasi  alokasi sumber daya alam antarwaktu (generasi) yang optimal secara sosial. berdasarkan beberapa pengertian konservasi diatas, dapat disimpulkan pengertian konservasi sumber daya alam ialah suatu upaya atau tindakan untuk menjaga keberadaan sumber daya alam secara terus-menerus dan berkesinambungan dalam hal kulitas maupun kualitasnya. berikut ini upaya konservasi yang dapat dilakukan diantaranya sebagai berikut:

usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga sumberdaya air meliputi strategi berikut
  1. Mempergunakan air seefesien mungkin
  2. Melindungi perairan agar terjaga kebersihannya. Dengan demikian, dapat menjaga kelangsungan flora dan fauna yang hidup di dalamnya.
  3. Mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintets berjalan lancar.
cara-cara untuk menjaga kelestarian atau kesuburan tanah sebagai berikut
  • Penggunaan pupuk kimia secara bijaksana
Penggunaan pupuk bertujuan untuk menambah unsur hara dalam tanah. Akan tetapi, penggunaan berlebihan justru menimbulkan pencemaran pada tanah dan air. Penggunaan pupuk organik, seperti kompos dan pupuk kandang lebih aman karena resiko pencemaran lebih sedikit.
  • Pembuatan terasering pada tanah miring

Erosi tanah paling mudah terjadi di tanah-tanah miringseperti lereng bukit. Erosi tanah di lereng-lereng dapat dicegah dengan pembuatan sengkedan/terasering. Terasering merupakan lahan pertanianyang dibuat bertangga-tangga. Dengan adanya terasering, aliran hujan yang membawa tanah tidak langsung menuruni lereng, tetapi melalui teras-teras/tangga-tangga tanah, sehingga jalan air dapat diperlambat. akhirnya tanah yang terbawa air mengendap diteras-teras. Tindakan ini dapat memperkecil terjadinya erosi tanah.
  • Pergiliran tanaman (rotasi tanaman)
Rotasi tanaman merupakan sistem menanami lahan pertanian dengan berbagai jenis tanaman secara bergiliran. Penanaman di suatu areal tanah dengan satu jenis tumbuhan secara terus menerus akan mengakibatkan kesuburan tanah akan berkurang. Kondisi ini disebabkan satu jenis tumbuhan tertentu akan memerlukan jenis unsur hara sama, sehingga jenis unsur tersebut makin lama makin berkurang. Adanya rotasi tanaman memungkinkanunsur-unsur yang diambil untuk setiap jenis tumbuhan akan relatif berbeda. Dengan demikian, kandungan unsur-unsur tanah dalam keadaan seimbang. Apalagi jika rotasi tanaman itu mencakup juga tanaman kacang-kacangan, kebutuhan unsur nitrogen tumbuhan terpenuhi. 
  • Penanaman berlajur
Penanaman berlajur adalah cara penanaman dengan mencampur pohon berakar kuat dan tanaman pangan di lahan sama. Deretan pohon yang memiliki akar dalam dan tumbuhan cepat, seperti sengon ditanam berderet  dengan jarak beberapa meter. Diantara pohon-pohon tersebut ditanam tanaman pangan secara berderet. Pohon yang memiliki akar dalam berfungsi untuk mencegah tanah terbawa angin dan hujan. Daun dari pohon yang rontok membusuk dan menjadi humus dalam tanah. Pohon dan tanaman pangan mengambil hara berbeda dari tanah sehingga dapat tumbuh secara berdampingan.
  • Reboisasi
Reboisasi adalah penanaman kembali hutan gundul. Reboisasi dilakukan dengan menanampohon-pohon kecil yang akan tumbuh dan menggantikan pohon yang telah ditebang. setelah dewasa, pohon-pohon tersebut dapat melindungi tanah. Air hujan tidak langsung mencapai tanah karena daun-daun dari pepohonan mampu menahan laju air. akar pepohonan menahan tanah dari aliran air atau longsong. air hujan meresap kedalam tanah akan diserap oleh akar-akar pohon dihutan menjadi cadangan air tanah.
  • Penertiban pembuangan sampah
Bahan pencemar tanah dapat berupa sampah. Sampah dapur berupa sisa-sisa makanan dari tumbuhan dan hewan dinamakan sampah organik. Sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik, logam, kaca, dan karet dapat disebut sampah anorganik. Sampah organik mudah membusuk sehingga tidak mudah mencemari tanah. sampah tersebut sebaiknya ditimbun dalam tanah agar menjadi kompos. sementara itu, sampah anorganikdapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijualuntuk dijadikan produk lainnya. Oleh karena itu, dalam pembuangan sampah, sebaiknya dilakukan pemisahan antara sampah organik dengan sampah anorganik. prinsip- prinsip yang dapat diterapkan dalam keseharian untuk menanggulangi masalah sampah yaitu mengurangi, memakai kembali, mendaur ulang, dan mengganti.

Berikut upaya-upaya unntuk menjaga kondisi udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat.
  • Menggalakkan penanaman pohon
Tanaman dapat menyerap gas-gas berbahaya seperti karbon dioksida untuk proses fotosintetis. Hasil fotosintetis berupa karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh mmakhluk hidup. Selain itu, tumbuhan mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan terjaga.
  • Mengupayakan pengurangan Emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran
Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap pabrik merupakan penyumbang terbesar polusi udara di perkotaan atau kawasan industri. Upaya mengurangi emisi gas berbahaya ke udara dapat dilakukan menggunakan bahan industri aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik. selain itu, dapat dilkukan dengan menggunakan kendaraan ramah lingkungan. 
  • Mengurangi atau menghindari pemakaian gas kimia perusak lapisan ozon 
Freon yang biasa digunakan paa AC  dan kulkas, serta di pergunakan di berbagai produk kosmetika merupakan gas yang bersifat merusak lapisan ozon. Lapisan ozon melindungi bumi dari radiasi sinar UV (ultraviolet). Sinar UV berlebihan akan merusak jarngan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu bumi. Terjadinya pemanasan global diantaranya karena semakin menipisnya lapisan ozon di atmosfer. 

Berikut ini beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan
  1. Penghijauan dan Reboisasi, wilayah gundul akan kembali hijau bila dilakukan reboisasi. Usaha reboisasi dilakukan dengan mempertimbangkan jenis tanaman yang sesuai di daerah tersebut dan kepentingan masayarakat setempat.
  2. Tebang pilih, penebangan pohon di hutan sebaiknnya menggunakan sistem tebang pilih, hanya pohon yang mempunyai umur dan diameter lebih dari 60 cm yang boleh ditebang. sistem ini dapat menjaga agar produksi kayu-kayu yang dijual tidak terus menurun serta menyelamatkan tanah dan air. 
  3. Tebang tanam adalah proses penebangan pohon disuatu lokasi yang selalu diiringi dengan penanaman pohon baru. Dengan demikian, kelestarian hutan tetap terjaga. 
  4. Mencegah penebangan liar merupakan penyebab utama rusaknya hutan-hutan di Indonesia. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan pengawasan secara ketat dan penegakan hukum secara tegas. 
  5. Mengurangi pemakaian bahan-bahan yang berasal dari pohon, penggunaan bahan-bahan dari pohon-pohon secara terus menerus akan meningkatkan kebutuhan bahan kayu. Oleh sebab itu, penghematan pemakaian kerta dan tisu, serta mendaur ulang kertas bekas menjadi barang-barang yang bermanfaatdapat mengurangi penggundulan hutan. 
  6. Pembangunan hutan kota, Hutan kota adalah hamparan lahan-lahan di perkotaan yang bertumbuh pohon-pohon secara rapat. Luas lahan yang ditumbuhi pohon paling sedikit seperempat hektare. Adanya hutan kota menjadikan lingkungan kota terasa asri dan sejuk. Warga kota juga dapat mengenal berbagai jenis pohon melalui hutan kota.
  7. Penetapan kawasan lindung, usaha pelestarian hutan pada tingkat nasional dilakukan pemerintah. pada beberapa wilayah pemerintah menetapkan larangan untuk mengambil hasil hutan. Hutan di wilayah itu ditetapkan sebagai hutan konservasi atau hutan lindung. Hutan konservasi memiliki fungsi pokok melestarikan aneka ragam tumbuhan dan hewan serta ekosistemnya. Hutan konservasi terdiri atas hutan suaka alam, hutan pelestarian alam, dan taman buru. Hutann suaka alam dapat dibedakan menjadi hutan cagar alam dan hutan suaka margasatwa. Hutan pelestarian alam terdiri atas taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam. Sementara itu, hutan lindung dibuat untuk pemeliharaan tanah dan cadangan air. 
Cara yang ditempuh untuk perbaikan bekas lokasi tambang, agar lahan kembali produktif.
  • Rekonstruksi Tanah

Pada kegiatan ini, lahan yang masih belum rata harus ditata melalui penimbunan kembali dengan memperhatikan jenis dan asal urugan, ketebalan, dan ada tidaknya sistem aliran air yang kemungkinan terganggu. Lereng bekas tambang dibentuk teras, selain untuk menjaga kestabilan lereng, diperuntukkan juga bagi penempatan tanaman revegetasi.
  • Perbaikan  Kondisi Tanah
Perbaikan kondisi tanah meliputi perbaikan ruang tumbuh, pemberian tanah pucuk dan bahan organik, serta pemupukan dasar dan pemberian kapur. Dengan penanaman sengon minimal dapat mengubah iklim mikro pada lahan bekas tambang tersebut. untuk menunjang keberhasilan dalam merestorasi lahan bekas tambang, dilakukan langkah-langkah seperti perbaikan lahan pertanam, pemilihan spesies yang cocok, dan penggunaan pupuk organik 

Untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan bekas tambang dapat ditentukan dari persentase daya tumbuhnya, persentase penutupan tajuknya, pertumbuhannya, perkembangan akarnya, dan penanaman vegetasi pada lahan tersebut. Lahan bekas tambang dapat difungsikan menjadi kawasan lindung ataupun budi daya. Selain itu, lahan pasca tambang memerlukan penanganan yang menjamin perlindungan terhadap lingkungan, khususnya potensi timbulnya air asam tambang. Penanganan  dilakukan  yaitu dengan mengupayakan bantuan mengandung sulfida tidak terpapar pada udara bebas dan mengatur drainase.


Dari tulisan diatas kalian sudah, memulai langkah awal untuk menjadi seseorang yang berpengetahuan. dan Saat ini kalian sedang melakukan kebiasaan baik lohh. 

Sekarang agar kalian makin hebat, yuk bepartisipasilah di kompetisi akademik di bawah ini.


Saatnya kamu berkontribusi melalui gagasan ilmiah dan solusi nyata dalam Kompetisi Menulis Lingkungan Hidup 🌍✨

Kompetisi ini menantang kamu untuk tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga menghadirkan ide inovatif dan aplikatif bagi permasalahan lingkungan saat ini.

Hal yang harus kamu lakukan memilik satu tema berikut:

  • “Pembangunan Berkelanjutan di Era Modern”
  • “Inovasi Mahasiswa dalam Mengatasi Permasalahan Lingkungan”
  • “Solusi Berbasis Teknologi untuk Krisis Lingkungan”
Kemudian, perhatikan aturan yang ada dibawah ini
  1. Tulisan berupa esai ilmiah populer
  2. Panjang tulisan 800–1200 kata
  3. Struktur tulisan harus memuat:
    • Pendahuluan (latar belakang dan urgensi masalah)
    • Pembahasan (analisis + data/fakta pendukung)
    • Solusi (inovatif, realistis, dan aplikatif)
    • Penutup (kesimpulan)
  4. Menggunakan bahasa ilmiah yang komunikatif dan mudah dipahami
  5. Wajib menyertakan data/fakta sederhana (tidak harus terlalu kompleks)
  6. Tulisan harus karya asli (bukan plagiasi)
  7. Tidak diperbolehkan menggunakan AI atau aplikasi penulis otomatis (jika terindeks penggunaan AI maka akan mengalami pengurangan skor)
  8. Diketik rapi (disarankan dalam format PDF/Word) dan kumpulkan file tersebut melalui link dibawah ini

tutorial apload tugas di google drive


jika tidak punya laptop untuk membuat dokumen kalian bisa menggunakan aplikasi dibawah ini




Untuk mendapatkan skor yang memuaskan pastikan kalian bersungguh-sungguh dalam pengerjaannya, karena skor ini menjadi penentu untuk kelulusan beasiswa kalian. dan setiap pembuatan karya kalian akan dihargai dan di publikasikan di akun resmi kami. 

Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak dan mengembangkan pola pikir kritis, serta memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Semakin baik hasil yang kalian peroleh, semakin besar kesempatan kalian untuk menjadi peserta terbaik. Kriteria penilaian yaitu kesesuaian tema, kedalaman analisis, kualitas dan kejelasan solusi, penggunaan data atau fakta, sistematika dan bahasa. 

Jadilah bagian dari generasi intelektual

 yang mampu memberikan solusi nyata bagi lingkungan 

Karena perubahan besar dimulai dari gagasan yang kuat dan tindakan yang nyata 💡

Tetap semangat terus ya. 
Jangan lupa beri kritik dan saran untuk postingan ini.
Semoga mendapat hasil yang terbaik.
Sampai bertemu kembali di kompetisi selanjutnya.



Posting Komentar untuk "Kompetisi Akademik Tingkat Mahasiswa Tahap 1: Karya Tulis (lingkungan)"